Tampilkan postingan dengan label xyz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label xyz. Tampilkan semua postingan

September 08, 2011

LIVIN'BLUES - SHYLINA ( a sweet rock )










VIDEO STREAMING:


PLAYLIST:


Shylina lyrics
like the morning due
when the sun goes up
like the sweetness in
the sound of love
in the smile that blinds my eyes
shylina

where the river flows
to the rainbow glows
and we've been blowed
gently waves
is the place we've shared our love.
shylina

when the autumn leaves
fallin' down the trees
I remove from
where my memory stays
and her eyes were filled with tears
shylina

while the seal suns goes by
I still see her sad face
as I said that I'd leave him
how sweet fell in that day
and it went so clear rainin
and she helped me to stay
heard she couldn't leave without me
so I promised to stay
but I lied
shylina

LIVIN' BLUES - BLUE BREEZE 1976


Agustus 07, 2011

DISCUS - PROGRESSIVE ROCK INDONESIA

Discus adalah Progressive Rock band dari Indonesia yang dibentuk pada tahun 1996 oleh Iwan Hasan (vokal, gitar), Anto Praboe (flute, klarinet, saksofon) dan Fadhil Indra (perkusi). Discus memadukan unsur-unsur musik Jazz, Rock, Metal, Klasik, Kontemporer Avant Garde, Pop dan Etnik Indonesia (Bali, Jawa, Sunda, Makassar, Aceh dan Dayak).

Discus justru lebih bersinar di mancanegara daripada di negerinya sendiri, Indonesia. Bahkan pada awalnya Discus sempat tidak diterima disini baik oleh sebagaian masyarakat maupun industri musik.

Discus merupakan grup asal Indonesia yang meraih sukses secara internasional dengan diterimanya Discus oleh komunitas musik Progressive dunia, baik secara audio recording (album) maupun penampilan-penampilan panggungnya yang sanggup menghipnotis para fans Progressive dunia.

Pada tahun 1999 album perdana Discus berjudul “1st” dirilis oleh Mellow Records Italy dengan distribusi internasional. Di Indonesia dirilis oleh Mozaik Communications Music dan Chico & Ira Productions dengan distributor PT. Aquarius Musikindo. Album Discus "1st" beredar ke daratan Eropa dan Amerika dan mendapatkan respons yang sangat positif di segmen pasar Progressive Rock. Album Discus "1st" mendapat review yang sangat positif di berbagai majalah musik Progressive di Italia, Amerika, Jerman, Brazil dan Belgia. Majalah musik Progressive Belgia, Prog Resiste menempatkan Discus "1st" sebagai "Album Progressive kelima terbaik sedunia tahun 1999"

Majalah Rolling Stone versi Indonesia menyebut album pertama Discus, “1st”, sebagai salah satu dari "Album Jazz Terpenting" dalam sejarah Jazz Indonesia.

Oktober 2000 Discus tampil di ProgDay 2000 atas undangan Peter Renfro (Promotor Event Progressive), sebuah festival musik Progressive Rock Internasional di North Carolina, USA. Pada kesempatan tersebut, Discus juga tampil di Menlo Park, California, dalam konser tungggal Discus yang diselenggarakan majalah Expose serta tampil di Knitting Factory, New York City, USA. Editor majalah Progressive USA, Expose, menganggap Discus "1st" salah satu "Album Progressive terbaik sedunia tahun 1999"

November 2000 Discus mendapat sukses besar dalam Progday 2000 Internet Poll, sebuah poll internet di USA mengenai penampilan terbaik di ProgDay 2000. Berdasarkan survey tersebut Discus mendapatkan voting sebagai "Band kedua terbaik" (terbaik jatuh ke Hoyry Kone dari Finlandia). Eko Partitur mendapat "Best Player untuk kategori pemain Miscellaneous Instruments” (Instrument diluar gitar, bass keyboard dan drum) dan Iwan Hasan mendapat "Gitaris kedua terbaik"

Februari 2001 Discus kembali diundang oleh promotor event Progressive terbesar di dunia saat itu; BAJAPROG 2001. Discus berkolaborasi dengan Maestro Gamelan Bali, I G Kompiang Raka. Tampil bersama dengan belasan grup Progressive bertaraf internasional dari berbagai negara Eropa & Amerika. Sekali lagi, dari Asia hanyalah Discus dari Indonesia yang diundang, setelah di PROGDAY 2000 pun hanya satu-satunya grup asal Asia yang diundang.

Ketika Discus tampil dan layer panggung dibuka, hysteria penonton membuat gedung hampir terasa bergoyang sebelum satu notpun dimainkan. Histeria dan standing ovations mewarnai closing lagu terakhir yang dibawakan saat itu (Anne), lagu yang mengawali awal persiapan proses pembuatan album kedua, Discus "…tot licht!". Selesai konser, personil Discus tidak dapat menghindari serbuan fans yang merangsek meminta tandatangan serta serbuan reporter TV dan radio. Hal yang belum pernah terjadi di tanah air.

November 2001 – Januari 2002 Discus melakukan proses rekaman album kedua setelah mengkonsepkan musik dan lirik yang menjanjikan konsistensi di jalur musik Progressive. Dilanjutkan dengan melakukan beberapa negosiasi penjualan oleh beberapa label internasional, di mana Intrepid Music bertindak sebagai label yang menangani produksi album kedua ini dengan judul DISCUS "…tot licht!"

Bulan Juni 2003 GOHAN Records dari Jepang sangat responsif dalam melakukan deal dengan DISCUS untuk melakukan penjualan DISCUS "…tot licht!" di kawasan Jepang. Di bulan Oktober 2003 PRS Records dan Indonesian Progressive Society melakukan peluncuran DISCUS "…tot licht!" untuk penjualan di wilayah Indonesia. Sementara untuk distribusi penjualan seluruh dunia (kecuali Jepang dan Indonesia) dipercayakan kepada label Progressive terbesar dunia MUSEA Records dari Perancis pada Desember 2003.

Edisi perdana majalah MTV Trax versi Indonesia menyebut Discus sebagai "Salah satu dari 25 musisi paling berpengaruh di Indonesia", sejajar dengan tokoh-tokoh seperi Titiek Puspa, Koes Plus, Dewa dan Indra Lesmana.

Pada tahun 2004 Discus dianugerahi AMI Samsung Award 2004, lewat lagu masterpiece-nya "Anne" pada album Discus "…tot licht!" dan menjadi "The Best Progressive Rock Band 2004"

Pada tahun 2005 Discus melakukan tour Eropa dan tampil sebagai headliner di ProgSol 2005, Festival Progressive di Switzerland. Sekali lagi, Discus terkejut di panggung ketika penonton kompak menyanyikan intro lagu "System Manipulation". Setelah itu Discus melakukan konser di Jerman. Di Jerman, Discus disambut secara resmi oleh walikota Wurzburg, Marion Schaffer dalam sebuah upacara khusus menyambut Discus di Wurzburg Town Hall.

Website musik Jerman www.ragazzi-music.de yang memiliki hit rate sekitar 70,000 per bulan menulis bahwa Discus adalah contoh bagi dunia dimana pemeluk agama yang berbeda-beda dapat bersatu dalam damai bahkan menghasilkan karya musik luar biasa. Ditengah-tengah image buruk Indonesia di dunia internasional, hal ini menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi insan Indonesia, yang tidak disadari oleh media maupun publik di tanah air.

Selama perjalanan karir, Discus telah kerap berkolaborasi dengan musisi lain dari berbagai style tersebut. Discus telah pernah berkolaborasi dengan musisi tradisional Betawi, Fadly (Padi), Krisna (Suckerhead), Ombat (Tengkorak), Andien, dan Andy Julias. Apabila tidak ada halangan, Discus berencana melanjutkan kolaborasi dengan berbagai musisi dari genre yang berbeda-beda (bahkan tampak bertolak belakang) ini dalam album ketiga Discus. Discus melakukan hal ini karena filosofi musiknya, yaitu bahwa "Semua musik pada dasarnya sama"

Anggota :
  • Iwan Hasan - Vokal, Gitar
  • Kiki Caloh - Bass
  • Krisna Prameswara - Keyboard
  • Anto Praboe - Flute, Klarinet, Saksofon
  • Eko Partitur - Biola
  • Fadhil Indra - Perkusi
  • Nonie 'Cindy' Manuputty - Perkusi
  • Hayunaji Iyoen - Drum

Diskografi :
  • 1st (1999)
  • ...Tot Licht! (2003)
Studio Album, released in 2003

Songs / Tracks Listing
1. System Manipulation (9:20)
2. "Breathe" (8:34)
3. P.E.S.A.N. (5:32)
4. Verso Kartini - door duisternis tot licht! (12:18)
5. Music 4.5 Players (7:40)
6. Anne (19:23)
Bonus track for Japan only
7. Misfortune Lunatic (6:09)

Total Time: 68:56
Lyrics Music tabs (tablatures) Line-up / Musicians
- Anto Praboe / lead vocals, suling (Bali, Sunda & Toraja), flute, clarinet, bass clarinet, Tenor saxophone
- Eko Partitur / lead vocals, violin
- Fadhil Indra / lead vocals, keyboards, electronic percussion, gongs, rindik, kempli, gender
- Hayunaji / vocals, drums, kempli
- Iwan Hasan / lead vocals, electric & classical guitars, 21 strings harpguitar, keyboards, guitalele & strummer violin
- Kiki Caloh / lead vocals, bass
- Krisna Prameswara / vocals, keyboards
- Nonnie / lead vocals

Additional Musicians:
- Andy Julias / acoustic steel string guitar on "P.E.S.A.N."
- Ombat Nasution of Tengkorak Growls on "Breathe"
- Godfried L. Tobing / Classical choir vocals on "Misfortune Lunatic"

    GIANT STEP - 1977 - Kukuh Nan Teguh

    Menurut saya pribadi mungkin ini album "Kukuh Nan Teguh" terbaik dari Giant Step, dalam album ini mereka kukuh dan teguh dengan memainkan manuver-manuver progresifnya dengan kental sekali dan yang jelas sangat menuntut skill bermusik dari masing-masing musisinya.
    Giant Step - Alam Bebas.mp3
    Giant Step - Dialog  Tanya.mp3
    Giant Step - Dialog Jawab.mp3
    Giant Step - Hampa.mp3
    Giant Step - Kukuh Nan Teguh.mp3
    Giant Step - Manusia.mp3
    Giant Step - Mekar.mp3
    Giant Step - Perih.mp3
    Giant Step - Senandung Malam.mp3
    Giant Step - Untaian Warna.mp3
    Giant Step - Yang T'lah Lalu.mp3

    Agustus 05, 2011

    SAS - Episode Jingga (Playlist, Lirik, mp3)



    SAS - Episode Jingga.mp3












    Berjalan di deras hujan
    melangkah di terik mentari
    Berulang terhenti
    berhenti menoleh untuk cinta

    Menerjang penuh luka
    jalan-jalan berduri
    Tak perduli lagi
    setelah menoleh untuk cinta

    Terharu dan tertawa
    bersimpuh dan terjatuh karenanya
    Amarah dan asmara
    berganti dan berulang teralami
    Menggapai kasih suci
    di balik belukar penuh duri

    Dan meraih sinarnya
    walau berselubung duka
    Membebaskan jiwa
    tenggelam (dalam keagungan)

    Berkibar di puncaknya
    bendera suka cita
    Bebas dan merdeka
    berdiri dalam keagungannya

    Juli 23, 2011

    SUPER KID (Deddy Stanzah-Jelly Tobing-Deddy Dores)

    Gadis Bergelang Emas.wma

    YANKSON A.I & EUIS CAHYA - Doa Untuk Mina

    EUIS CAHYA adalah penyanyi (lady rocker) asal Tasikmalaya.

    Euis Cahya - Masa Lalu.mp3
    Euis Cahya - Selamat Jalan Kasih.mp3
    Euis Cahya - Cinta Si Dia.mp3
    Yankson A.I & Euis Cahya - Do'a Untuk Mina.mp3
    Yankson A.I - Kau Dan Aku.mp3
    Yankson A.I - Selamat Tinggal.mp3
    Yankson A.I - Kerikil Tajam.mp3
    Yankson A.I - Kembara.mp3
    Yankson A.I - Wanita.mp3

    AKA - Do What You Like 70th

    AKA - Akhir Kisah Sedih.mp3
    AKA - Diakhir Bulan Kelima.mp3
    AKA - Do What You Like.mp3
    AKA - Glenmore.mp3
    AKA - Glenmore.mp3
    aka - keagungan tuhan.mp3

    AKA - Pucuk Kumati 77th

    AKA - Bulan.mp3
    aka - dalang.mp3
    AKA - Dosa Hitam.mp3
    AKA - Embun Diwajah Bunga.mp3
    AKA - Gadis Komersil.mp3
    AKA - Pucuk Kumati.mp3
    AKA - Senyummu Adalah Tangisku.mp3
    AKA - Untuk Mu.mp3
    Ucok Harahap - Kasihku Hilang.mp3
    Ucok Harahap - Kenang Sedih.mp3
    Ucok Harahap - Lagu Jenaka.mp3
    Ucok Harahap - Untukmu Ibu.mp3
    Ucok Harahap - Yatim Piatu.mp3
    Ucok Harahap - Melati Di Pusara.mp3

    AKA - AKA In Rock 79th

    AKA - Crazy Joe.mp3
    AKA - Cruel Side.mp3
    AKA - Do What You Like.mp3
    AKA - Glenmore.mp3
    AKA - Only One Man.mp3
    AKA - Open Door.mp3
    AKA - Reflection.mp3
    AKA - Shake Me.mp3
    AKA - Skip Away.mp3
    AKA - Sky Rider.mp3
    AKA - Suez War.mp3
    AKA - Groovy.mp3

    AKA - PUBER KEDUA

    AKA - Badai Bulan Desember (bonus track).mp3
    AKA - Badai Bulan Desember.mp3
    AKA - Balada Anak Zaman.mp3
    AKA - Dunia Buram.mp3
    AKA - Karang Wulu.mp3
    AKA - Puber Kedua.mp3
    AKA - Semangat 45.mp3
    AKA - Akhir Kisah Sedih.mp3
    AKA - Lebih Baik Begini.mp3
    AKA - Legenda.mp3

    BERRY ESSEX (ESSEX BAND) 80th

    Berry Essex:
    Berry Essex - Sorga Di Balik Neraka.mp3
    Berry Essex - Air duka dunia.mp3
    Berry Essex - Accessories.mp3
    Berry Essex - Maria.mp3

    Juli 22, 2011

    KAISAR BAND

    Kaisar Band :
    Kaisar - Kerangka Langit.mp3





     










    "Kaisar - Kerangka Langit"

    Kedamaian hati menuju samudera

    Bercanda bertarung mengalahkan nafsu
    Laknat
    Kau penipu langkah langkah jantan
    Kisi kisi langit mulai berjatuhan
    Bertebaran cercah seperti meratap
    Ampun
    Ku tak yakin akan semua ini

    Bagaikan bencana
    Meratapi diri
    Esok dunia kan selalu menanti
    Bertarung kembali
    Tantanglah dunia
    Esok duniamu selalu menanti
    Dan selalu menanti

    Dan cerita manusia perlu berganti
    Dan layarpun sudah mulai dikibarkan
    Kawan
    Genggam tangan penuh keyakinan

    Mulailah melangkahkan kaki baru
    Menelusuri jalan penuh kerikil
    Kawan
    Itu jalan tuk jadi dewasa

    Dan ceritapun berganti
    Dan beritapun berubah
    Dan tabirpun tersingkaplah kini
    Manusia yang lemah tertindas

    Dan cerita manusia perlu berganti
    Dan layarpun sudah mulai dikibarkan
    Kawan
    Genggam tangan penuh keyakinan

    Mulailah melangkahkan kaki baru
    Menelusuri jalan penuh kerikil
    Kawan
    Itu jalan tuk jadi dewasa

    Dan ceritapun berganti
    Dan beritapun berubah
    Dan tabirpun tersingkaplah kini
    Manusia yang lemah tertindas